This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 27 Desember 2014

DOWNLOAD PTK SOSIOLOGI METODE PENDEKATAN CTL MATERI PENGENDALIAN SOSIAL



PENERAPAN METODE PENDEKATAN CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI SISWA PADA MATERI PENGENDALIAN SOAIAL DI KELAS X-1 SMA NEGERI 1 LAROMPONG SELATAN

HASBIAH, S.Sos, MM

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan metode pembelajaran dengan pendekatan kontekstual (CTL) untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi pengendalian sosial di kelas X-1 SMA Negeri 1 Larompong Selatan.
Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), di mana guru yang bertindak sebagai peneliti yang juga mengajar di kelas yang diberi tindakan dibantu oleh seorang teman sejawat yang bertindak sebagai kolaborator atau observer yang bertugas mengamati aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran dengan pendekatan kontekstual (CTL) berlangsung.
Penelitian dilaksanakan di kelas X-1 SMA Negeri 1 Larompong Selatan pada semester 2 tahun pelajaran 2013-2014. Pelaksanaan penelitian ini meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus yaitu siklus I dan siklus II. Sebelum dilakukan tindakan pra siklus dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran yang belum menggunakan pendekatan kontekstual.
Pada pra siklus di mana guru masih menggunakan metode pembelajaran konvensonal rata-rata nilai tes adalah 70,13 dan hasil ketuntasan belajar siswa masih 56,67% dari 30 siswa yang mengikuti tes hanya 17 siswa yang tuntas dan 13 siswa belum tuntas. Aktivitas siswa pada pra siklus masih 60,00% dengan kategori cukup aktif. Pada siklus I, guru sudah melaksanakan pembelajaran pendekatan kontekstual (CTL) yang didapatkan hasil belajar siswa mendapatkan nilai rata-rata 73,07 dan ketuntasan belajar siswa masih 83,33% dari 30 siswa yang mengikuti tes ada 25 siswa yang tuntas belajar dan 5 siswa yang belum tuntas. Adapun aktivitas siswa pada siklus I sudah meningkat dari pra siklus yaitu 74,35% atau kategori aktif. Walaupun aktivitas dan hasil belajar siswa dari pra siklus ke siklus I mulai ada peningkatan, tapi belum mencapai indikator yang diharapkan. Oleh karena itu tindakan dilanjutkan ke siklus II, di mana hasil belajar siswa rata-rata 75,73 dan ketuntasan belajar klasikal mencapai 93,33%. Begitu juga aktivitas siswa pada siklus II juga meningkat yaitu 81,29% atau berkategori sangat aktif. Dengan demikian pembelajaran yang berlangsung pada siklus II ini sudah dianggap berhasil karena sudah mencapai indikator.
 Hasil penelitian membuktikan bahwa penggunaan metode pembelajaran dengan pendekatan kontekstual (CTL) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran sosiologi pada materi pengendalian sosial.

Untuk lebih lengkapnya, PTK ini dapat anda download file wordnya di sini

Selasa, 23 Desember 2014

Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan menengah untuk mencapai kompetensi lulusan didasarkan pada suatu standar pendidikan yang disebut standar proses pendidikan.

Standar Proses adalah kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan. Standar Proses dikembangkan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi yang telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentangStandarNasionalPendidikansebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas PeraturanPemerintahNomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Proses Pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Untuk itu setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan.

Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi maka prinsip pembelajaran yang digunakan :
  1. dari pesertadidik diberi tahu menuju pesertadidik mencari tahu; 
  2. dari guru sebagai satu-satunya sumber belajarmenjadi belajar berbasis aneka sumberbelajar;
  3. dari pendekatan tekstual menuju proses sebagai penguatan penggunaan pendekatan ilmiah;
  4. dari pembelajaran berbasis konten menuju pembelajaran berbasis kompetensi;
  5. dari pembelajaran parsial menuju pembelajaran terpadu; 
  6. dari pembelajaran yang menekankan jawaban tunggal menuju pembelajaran dengan jawaban yang kebenarannya multi dimensi; 
  7. daripembelajaran verbalisme menuju keterampilan aplikatif; 
  8. peningkatan dan keseimbangan antara keterampilan fisikal (hard skills) danketerampilan mental (soft skills); 
  9. pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat; 
  10. pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan(ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani); 
  11. pembelajaranyang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat; 
  12. pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa saja adalah siswa, dan di mana saja adalah kelas. 
  13. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran; dan 
  14. Pengakuan atas perbedaan individualdan latar belakang budayapesertadidik.
    Terkait dengan prinsip diTerkait dengan prinsip di atas, dikembangkan standar proses yang mencakup perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran.

    Untuk lebih jelasnya file dapat didownload di sini

Permendikbud Nomor 70 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMK

Dalam Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. 

Berdasarkan pengertian tersebut, ada dua dimensi kurikulum :
pertama : rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran.
Kedua :  cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.
Maka untuk memenuhi kedua dimensi tersebut , maka pemerintah mengeluarkan Kurikulum 2013 yang mulai diberlakukan pada tahun ajaran 2013-2014.

Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan faktor-faktor sbb:
  1. Tantangan Internal diantaranya terkait tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 standar nasional pendidikan. Juga terkait dengan perkembangan penduduk usia produktif (15-64 thn) lebih banyak dari usia tidak produktif (0-14 thn dan di atas 60 thn) yang akan mencapai puncaknya pada tahun 2020-2035 pada saat itu angkanya mencapai 70%.
  2. Tantangan internal terkait dengan arus globalisasi dan berbagai isu yang masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi dan informasi, kebangkitan industri kreatif dan budaya, dan perkembangan pendidikan di tingkat internasional.
  3. Penyempurnaan pola pikir salah satu di antaranya pola pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran berpusat pada peserta didik. Peserta didik harus memiliki pilihan-pilihan terhadap materi yang dipelajari untuk memiliki kompetensi yang sama.
  4. Penguatan tata kelola kurikulum di mana tata kerja guru yang bersifat individual diubah menjadi tata kerja yang bersifat kolaboratif, juga penguatan manajeman sekolah melalui penguatan kemampuan manajemen kepala sekolah sebagai pimpinan kependidikan (educational leader), dan penguatan sarana dan prasarana untuk kepentingan manajemen dan proses pembelajaran.
  5. Penguatan Materi. Penguatan materi dilakukan dengan cara pendalaman dan perluasan materi yang relevan bagi peserta didik. 
Secara garis besarnya Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia.

Untuk lebih jelasnya mengenai bagaimana karakteristik, kerangka dasar, struktur kurikulum 2013, file dapat didownload di link ini.

Jika ada kalimat yang tidak tepat mohon untuk dikoreksi.
Terima Kasih... 

Senin, 22 Desember 2014

Kisi-kisi UN Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun Pelajaran 2014-2015

Dalam rangka penyelenggaraan UN, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah mengeluarkan suatu aturan tentang kisi-kisi soal ujian nasional untuk satuan pendidikan dasar dan menengah tahun pelajaran 2014-2015.

Kisi-kisi ini disusun berdasarkan Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi dasar (KD) yang tercantum pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah.

Dengan dikeluarkannya kisi-kisi UN ini, menjadi acuan dalam penyusunan soal UN pada satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah TP 2014-2015.
Untuk lebih lengkapnya kisi-kisi UN pendidikan dasar dan menengah dapat didownload di sini.  

Permendikbud No. 144 Tahun 2014 Tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik UN Tahun Pelajaran 2014-2015

Ujian Nasional Sudah di depan mata. Hajatan nasional bidang pendidikan ini kira-kira akan dilaksanakan di pertengahan bulan April mendatang. Oleh karena itu pemerintah melalui Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mengeluarkan Permendikbud No. 144 Tahun 2014 Tentang Kriteria Kelulusan Perserta Didik pada pelaksanaan UN Tahun Pelajaran 2014-2015 yang akan datang.
Selengkapnya mengenai Kriteria Kelulusan Peserta Didik UN 2014-2015 filenya dapat didownload di sini.
Demikian informasi tentang kriteria ketuntasan peserta didik paserta UN TP 2014-2015 mudah-mudahan bermamfaat. Terima kasih.

Rabu, 17 Desember 2014

Permendikbud Nomor 160 Tahun 2014 Tentang Pemberlakuan Kurikulum KTSP (2006) Sampai Pada Tahun 2020

Assalamu Alaikum Waramatullahi Wabarakaatu.... Selamat pagi rekan-rekan guru semua di seluruh tanah air yang membaca post ini. Kali ini guru kimia akan membagikan informasi penting tentang kurikulum  KTSP (2006) yang selama ini banyak menjadi soroton, ada yang pro dan ada juga yang kontra. Berita ini saya kutif dari halaman http://www.jpnn.com/read/2014/12/15/275596/KTSP-Akan-Diterapkan-sampai-2020-  dan apabila ingin download filenya di sini
Oke mari kita langsung saja lihat beritanya di bawah ini.


JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan kurikulum lawas KTSP 2006 masih bisa diterapkan kembali sampai 2020. Dirjen Pendidikan Dasar (Dikdas) Kemendikbud Hamid Muhammad menuturkan, pemberlakuan KTSP sampai tahun pelajaran 2019/2020 itu sesuai dengan ketentuan.
"Tapi pada 2020 itu adalah batas maksimal. Artinya bisa sudah berganti menjadi Kurikulum 2013 (K-13, red) sebelum 2020," katanya di Jakarta kemarin.

Hamid menjelaskan bahwa ketentuan peralihan dari KTSP ke K-13 diatur dalam Permendikbud 32/2013 yang diterbitkan Mendikbud Mohammad Nuh. Nah di dalam Permendikbud itu, ditetapkan peralihan dari KTSP ke K-13 paling lama bisa berjalan tujuh tahun lagi. Jika ditarik pada 2013, durasi tujuh tahun itu jatuh pada tahun pelajaran 2019/2020.

Menurut mantan Dirjen Pendidikan Menengah (Dikmen) Kemendikbud itu, evaluasi kesiapan sekolah akan dipantau serius. Sekolah yang sudah siap menjalankan K-13, tidak perlu menunggu sampai 2020.
"Dalam waktu dekat, kita akan keluarkan standar kesiapan sekolah menjalankan K-13," papar dia.

Hamid juga mengatakan, durasi pergantian dari KTSP menjadi K-13 yang sampai 2020 itu memiliki dampak positif. Yakni bisa dipakai untuk mengantisipasi daerah-daerah yang sangat kesulitan melaksanakan K-13.

Sebagaimana diketahui, Kemendikbud akhirnya menghentikan implementasi K-13 secara menyeluruh di semua sekolah di Indonesia. Sebagai gantinya, K-13 hanya diterapkan di 6.221 unit sekolah pilot project. Jumlah itu setara dengan sekitar 3 persen populasi sekolah di Indonesia. Sedangkan 208 ribuan sekolah lainnya, kembali menerapkan KTSP.

Hamid menjelaskan, Kemendikbud belum bisa memastikan road map kelanjutan implementasi K-13 di 2015 nanti. Termasuk berapa jumlah sekolah yang mendapatkan restu mulai menjalankan K-13 di tahun pelajaran 2015/2016 nanti.
"Sekarang kita masih koordinasi dengan Balitbang (Badan Penelitian dan Pengembangan, red)," pungkas Hamid.

Pertimbangan utama Kemendikbud menghentikan implementasi K-13 adalah, ingin fokus melatih guru. Mendikbud Anies Baswedan mengatakan, anggaran pelatihan guru untuk menerapkan K-13 sudah ada. Pelatihan tidak lagi berdasar guru secara perorangan. Tetapi semua guru dalam satu sekolah, akan dilatih sekaligus. Selain itu di akhir sesi pelatihan, guru-guru akan magang mengajar di sekolah pilot project K-13.

Dengan sistem pelatihan guru berbasis sekolah itu, diprediksi semua guru siap menjalankan K-13 sekitar 3 sampai 4 tahun lagi. Asumsinya adalah dari guru-guru di 3 persen sekolah yang ditunjuk menjadi pilot project, meningkat menjadi 5 persen sekolah seluruh Indonesia.
Kemudian naik lagi menjadi 45 persen populasi sekolah, berikutnya naik lagi menjadi 70 persen, dan seterusnya sampai 100 persen populasi sekolah.
"Intinya penyiapan impelementasi K-13 ini bisa sampai tujuh tahun, dihitung mulai 2013 lalu," pungkasnya.


(Sumber : www.jpnn.com)

Demikian informasi yang dapat saya begikan semoga bermamfaat bagi kita semua khususnya rekan-rekan guru sebagai ujung tombak bagi pendidik generasi harapan bangsa. Terima kasih atas kunjungannya.

Download File Permendikbud Nomor 160 Tahun 2014

Selasa, 16 Desember 2014

Cara Mengetahui Berapa Pengunjung di Blog Kita


Assalamualaikum Wr.Wb. kali ini guru kimia akan post lagi dan membagi pengetahuan. Di sini saya akan share tips yang paling gampang kepada anda yang pemula (he..he...he… maaf saya juga pemula), yaitu bagaimana cara megetahui ada berapa yang online mengunjungi blog anda. Oke tak banyak basa-basi langsung saja kita ke Te Ka Pe ……
Berikut langkah-langkahnya
  1. Masuk ke blogger dengan akun anda
  1. Jangan ditutup halaman yang tadi anda buka, dan buka situs Who Amung Us pada halaman yang lain.
  2. Saat sudah terhubung, di pojok kanan atas ada tulisan " Widget ", klik tombol itu.
  1. Disana ada banyak pilihan, tinggal pilih, klik kanan kode yang ada lalu copy.
  1. Kemabli ke blog anda >> Buka Tata Letak >> Tambah Gadget >> HTML / JavaScript.
  1. Pastekan kode yang anda copy tadi, jangan lupa beri judul, lalu simpan
  1. Lihat hasilnya dengan cara klik "lihat blog".
  1. Selamat! Widget anda telah terpasang. Angka yang tertera menunjukkan jumlah pengunjung blog anda saat itu.

Demikian penjelasan saya tentang cara memasang widget untuk mengetahui berapa jumlah pengujung di blog kita.Semoga bermamfaat.....